Setokok, Kec. Bulang, Kota Batam, Kepri
  • Nama:Suardi
  • Jabatan:Ketua
  • No. HP:085264394199
  • WhatsApp:085264394199
  • Email:-
  • Alamat:Kampung Sungai Besar, Kelurahan Setokok, Bulang, Kota Batam.

Masa depan Bumi Kepulauan Riau bukan semata milik para pemimpin atau pengusaha, melainkan milik mereka yang rela turun tangan menjaga alamnya—para aktivis lingkungan. Tanpa pegiat lingkungan, masa depan Bumi kerap berada di ujung tanduk, terancam krisis iklim, abrasi pesisir, dan eksploitasi alam yang tak terkendali.

Di tengah ancaman itu, masih ada suara-suara yang menolak untuk diam. Suara mereka mungkin tidak lantang, tapi penuh keyakinan. Mereka bukan hanya berseru, tapi bertindak, melawan kerusakan dengan keteguhan hati.

Salah satu suara itu berasal dari Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Namanya Suardi. Bagi masyarakat pesisir Batam, nama Suardi bukan lagi asing ketika berbicara tentang pelestarian mangrove dan krisis iklim.

Lahir dan besar di antara rimbunnya bakau Setokok, Suardi tak hanya mencintai alam, ia memilih menjadikannya bagian dari perjuangan hidup. Ia adalah motor penggerak di balik lahirnya Ekowisata Mangrove Presiden, kawasan konservasi sekaligus edukasi lingkungan yang kini menjadi ikon hijau di Kepri.

Semua bermula pada tahun 2021. Ketika banyak orang sibuk berbicara, Suardi justru menggerakkan komunitas lokal, membersihkan pantai, menanam bibit mangrove, dan membangun kawasan konservasi dari bawah.

Konsistensinya menarik perhatian nasional—hingga akhirnya Presiden Joko Widodo datang langsung ke Setokok dan menanam mangrove bersama masyarakat. Sejak itu, kawasan tersebut dikenal dengan nama Ekowisata Mangrove Presiden.

Namun bagi Suardi, pengakuan bukanlah tujuan. Ia hanya ingin satu hal: menyelamatkan bumi kecil yang dititipkan Tuhan kepadanya.

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Mangrove ini bukan cuma pohon, tapi akar kehidupan buat masyarakat pesisir,” ucap Suardi dalam sebuah kesempatan.

Mereka yang seperti Suardi patut kita dukung, bukan hanya dengan tepuk tangan, tapi dengan tindakan nyata. Sebab masa depan bumi ini, terutama Kepri yang dikelilingi laut dan rawan abrasi, hanya bisa diselamatkan jika kita semua mau ikut “menanam”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *