Setokok, Kec. Bulang, Kota Batam, Kepri

Selasa, 7 Juni 2022, cuaca cerah menyelimuti pesisir Pantai Setokok di Kecamatan Bulang, Kota Batam. Di atas tanah berlumpur dan di antara rimbun mangrove muda, ada harapan yang terus tumbuh dari hati warga, menjadikan titik penanaman mangrove Presiden Joko Widodo sebagai kawasan ekowisata terpadu.

Beberapa tahun lalu, tepatnya 28 September 2021, Presiden Jokowi menanam mangrove di tempat ini sebagai bagian dari kampanye besar pelestarian hutan pesisir. Kini, pohon yang beliau tanam masih berdiri, dijaga pagar kayu dan dirawat dengan sepenuh hati oleh warga Setokok.

Namun, lebih dari sekadar simbol, masyarakat kini mendambakan perubahan nyata—sebuah transformasi kawasan menjadi ekowisata mangrove terpadu yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, hingga pendidikan.

Suara Warga yang Menggema

“Banyak warga bertanya, kenapa lokasi penanaman Presiden ini belum dijadikan ekowisata? Padahal potensi dan nilainya luar biasa,” ujar Suardi, Ketua LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLHK) Provinsi Kepri.

Suardi menjelaskan bahwa sejak Presiden menanam mangrove di Setokok, warga sekitar sangat antusias. Mereka secara swadaya memperluas penanaman, membentuk kelompok wisata mangrove terpadu, bahkan sudah menyiapkan administrasi dan izin ke Kementerian Lingkungan Hidup melalui KPHL.

“Sayangnya, sampai hari ini belum ada kabar kelanjutan. Padahal dari sisi kesiapan masyarakat dan lokasi, semuanya sudah ada,” ungkapnya.

Potensi Ekowisata yang Terlupakan

Bagi warga pesisir, konsep ekowisata bukan sekadar proyek. Ini adalah peluang hidup baru. Suardi yakin jika kawasan itu disulap menjadi destinasi edukasi dan rekreasi berbasis konservasi, maka akan membuka lapangan kerja, mendorong usaha mikro, serta memperkuat kesadaran lingkungan.

“Kalau lokasi ini dikelola baik, bukan hanya abrasi yang bisa dicegah, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar,” katanya. “Apalagi, ini adalah lokasi bersejarah, karena ditanami langsung oleh Presiden Republik Indonesia.”

Ia pun menyarankan agar di titik penanaman itu dibangun monumen kecil sebagai penanda sejarah, agar tidak tergeser oleh kepentingan komersial di masa depan.

Dukungan Pemerintah Dinantikan

Suardi menyampaikan bahwa warga tak menuntut banyak. Mereka hanya ingin dukungan nyata dari pemerintah pusat, terutama dari Presiden Jokowi dan kementerian terkait, agar proses legalitas dan pembangunan bisa segera dimulai.

“Kami di sini sudah siap, kelompoknya ada, semangatnya luar biasa. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mau melihat ini sebagai peluang besar,” ujar Suardi.

Harapan itu terus tumbuh, bersama akar-akar mangrove yang makin dalam menancap. Di pesisir Setokok, warga bukan sekadar menanam pohon. Mereka sedang menanam masa depan.

Baca juga: Presiden Jokowi Tanam Mangrove Bersama Masyarakat di Setokok, Batam

Baca juga: Dari Setokok untuk Bumi, Ribuan Mangrove Ditanam Warga di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *